.

.

Jumat, 30 Januari 2015

DKL 2 (Dasar Dasar Keselamatan di Laut) part I

MENERAPKAN PROSEDUR PENYELAMATAN DIRI DI KAPAL

Penyelamatan jiwa manusia di laut merupakan suatu pengetahuan peraktis pelaut yang menyangkut bagaimana cara menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain dalam keadaan darurau di laut, akibat kecelakaan seperti :
  • Terbakar
  • Tubrukan
  • kandas
  • tenggelam
Bahaya tsb dapat setiap saat menimpa para pelaut yang sedang berlayar / orang2 yang ada di atas kapal

Didalam proses penyelamatan ini baik para penolong maupun yang di tolong harus mengetahui tentang:
  1. Cara menggunakan alat2 penolong yang ada di dalam kapal dan teknik pelaksanaannya
  2. Tindakan yang harus dilakukan sebelum dan setelah terjun dari kapal.
  3. Tindakan selama terapung dan bertahan di laut 
  4. Tindakan pada waktu naik sekoci / rakit penolong
Semua tindakan ini dimaksutkan agar setiap orang dalam keadaan bahaya atau darurat dapat tetap bertahan hidup.

PROSEDUR PROSEDUR PENYELAMATAN DIRI

Dalam mempertahankan hidup di laut pada saat terjadi kecelakaan, beberapa tindakan yang sangat penting dilakukan diketahui serta di pahami adalah
  1. Sebagai modal utama adalah suatu kemauan dan kekuatan untuk hidup 
  2. Mehemat energi / tenaga sewaktu mengapung di air
  3. Menggunakan semua peralatan penolong /penyelamat yang ada di kapal dan yang mungkin di temukan selama berada / mengapung di laut
  4. melakukan penghematan dalam menggunakn air minum yang ada dan tidak minum air laut 
  5. menggunakan peralatan penolong  dan mengikuti prosedur penyelamatan 
  6. Tidak makan yang ber Protein, karena menambah kebutuhan akan air 
Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam proses penyelamatan dibutuhkan juga kesiapan personil awak kapal dalam keadaan darurat. Untuk itu diperlukan pelatihan seperti yang tertera pada peraturan INTERNASIONAL STCW 78/95. Selain diperlukan latihan darat perlu latihan secara periodik dan sungguh - sungguh.

Dalam keadaan darurat setelah mendengar isyarat ABANDON SHIP yang terdiri dari 7 tiupan pendek dan 1 tiupan panjang menggunakan suling kapal dan tambahannya maka semua orang yg di atas kapal tsb harus menggunakan pakaian keselamatan ( pelampung, baju renang, baju hangat) kemudian menuju ke MUSTER STATION.

*ABANDON SHIP = Meninggalkan kapal
*MUSTER STATION = Tempat berkumpul, titik kumpul / bertemu

BAHAYA2 PENYELAMATAN DIRI DI LAUT

Ada beberapa bahaya yg berpengaruh pada manusia apabila mengalami situasi dan kondisi darurat antara lain:
  1. Kepanasan 
a. Pada dasarnya panas badan mausia adalah 97,86 derajat F
b. Perubahan temperatur yg disebabkan oleh sengatan sinar matahari
c. penambahan suhu panas yang cukup lama dapat mengakibatkan hal2 yang fatal bagi tubuh manusia
d. Lemas, apabila antara 2 - 7 hari
e. usahakan melindungi dari sengatan matahari dengan benda yag dimungkinkan untuk melindungi dari panas matahari terutama bagian kepala

       2. Kedinginan

a. Cara menanggulangi kedinginan, dgn cara mengeringkan pakaian yang basah kemudian dikenakan kembali

        3. Mabuk laut

Kondisi dimana keadaan kepala pening / pusing, dikarenakan tidak nyamanan dan tdk terbiasa di laut,
untuk mencegahnya adalah
  • minum pil anti mabuk laut
  • jangan takut akan tidur bila di beri pil 
  • dan diberi sugesti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar